Terkait Rusaknya Atap Asrama, IPMAT Desak Pemkab Agara Gerak Cepat

oleh -253 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Asrama Mahasiswa Aceh Tenggara yang beralamat di Jalan Cut Makmun, Lorong LJB, Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh mengalami kerusakan cukup parah di bagian atapnya sehingga kamar di lantai dua itu tidak bisa lagi dihuni oleh para mahasiswa.

Rusaknya atap tersebut diakibatkan angin kencang disertai hujan lebat yang melanda Kota Banda Aceh pada Minggu 29 Mei 2022.

“Akibat dari bencana tersebut, kamar yang berada di lantai dua tidak bisa lagi dihuni. Selain itu, kamar di lantai bawah pun terkena rembesan air dari atas akibatnya sekitar 15 mahasiswa harus mengungsi ke kamar lain meskipun harus berdesak-desakan,” ungkap Wasekjen Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Wira Yaqin Pelas kepada media ini, Senin 30 Mei 2022 di Banda Aceh.

Wira mengatakan, kondisi ini harus segera mendapatkan respon dan tindakan dari pemerintah daerah dikarenakan sifatnya urgent menyangkut aset daerah, dimana putra daerah sedang menimba ilmu untuk mengembangkan daerah kedepannya.

“Alhamdulillah, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, namun kerusakan terjadi bangunan pada kerangka baja yang roboh. Buku-buku yang ada di lemari dan isi lainnya harus direlakan karena rusak, untungnya masih ada beberapa barang yang bisa diselamatkan dan masih berpungsi,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menuturkan, atas terjadinya musibah ini seluruh pengurus IPMAT dan mahasiswa Aceh Tenggara yang berada di Banda Aceh meminta pemerintah daerah lebih sigap dan lebih perhatian terhadap penunjang belajar mahasiswa yaitu asrama, agar proses menimba ilmu lebih produktif dan fokus dengan cita-cita.

“Jadi, pemerintah harus peka terhadap permasalahan putra-putri daerah jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Semoga kedepannya Pemda dapat memberikan sentuhan berupa peremajaan kembali bangunan asrama ini,” harap Sekjen IPMAT.

Setelah kejadian musibah yang melanda asrama tersebut, mahasiswa Aceh Tenggara yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar meminta kepada pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk dapat segera memperbaiki gedung asrama sebaik-baiknya agar dapat dapat kembali dipergunakan oleh mahasiswa.

“Mengingat gedung asrama ini merupakan tumpuan dan tempat berlindung mahasiswa dari guyuran hujan dan panas teriknya matahari serta tempat belajar dan istirahat mahasiswa dimalam hari,” tutup Wira Yaqin Pelas. (*)