1.022 Orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Dilatih di Rindam Iskandar Muda

oleh -730 Dilihat

Aceh Besar (AD)- Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han)., secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Dasar Militer dan Pelatihan Manajerial Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch 3 Tahun 2025 yang digelar di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Iskandar Muda, Aceh Besar, Senin, 14.April.2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Universitas Pertahanan (Unhan) RI yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat, bertujuan untuk membentuk pemimpin muda yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki integritas tinggi.

BACA..  Mualem: Migas Andaman untuk Hilirisasi di KEK Arun

Sebanyak 1.022 peserta terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh akan mengikuti program intensif selama tiga bulan, yang menggabungkan pendidikan dasar militer dengan pelatihan manajerial.

Program ini menjadi langkah awal dalam membentuk karakter kuat, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan semangat nasionalisme dan loyalitas terhadap bangsa dan negara.

Kegiatan pembukaan ditandai dengan upacara resmi, penyematan tanda peserta secara simbolis, sambutan dari Pangdam IM, serta pernyataan kesiapan dari perwakilan peserta SPPI Batch 3.

BACA..  Mualem: Migas Andaman untuk Hilirisasi di KEK Arun

Suasana penuh semangat dan antusiasme tampak jelas dari para peserta yang siap menjalani proses pembinaan sebagai bagian dari komitmen mereka untuk turut serta dalam membangun negeri.

Dalam sambutan Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang dibacakan oleh Pangdam IM, disampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat serta komitmen para sarjana yang telah bersedia menjadi bagian dari gerakan nasional sebagai penggerak pembangunan melalui program SPPI.

BACA..  Mualem: Migas Andaman untuk Hilirisasi di KEK Arun

“Program ini dirancang untuk menumbuhkan pemimpin-pemimpin muda yang tangguh, inklusif, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan bangsa. Melalui pendekatan pelatihan yang komprehensif, peserta tidak hanya dibekali dengan kemampuan teknis, tetapi juga dengan nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan wawasan kebangsaan yang mendalam,” ujar Pangdam IM saat membacakan amanat Menhan.