“Kita bikin satgas drone Lanud, sehingga jika terjadi bencana, BPBA punya bantuan dari kita yang telah terdaftar secara resmi ini,” kata Sharky.
Abdul Hadi, operator pilot drone Humpro Setda Aceh, menyebutkan jika selama ini banyak pihak termasuk dirinya tidak mengetahui aturan-aturan penerbangan pesawat nirawak tersebut. Pelatihan dan sertifikasi pilot itu dipandang sangat penting, khususnya untuk menambah wawasan dan pemahaman terhadap berbagai aturan yang berlaku di ruang udara.
“Ternyata menerbangkan drone tidak boleh suka-suka. Banyak hal yang harus diperhatikan sebelum menerbangkan drone,” kata Abdul Hadi.
Sementara itu, Danlanud Iskandar Muda, Kolonel Hendri Ahmad Badawi, berterimakasih kepada Sharky yang telah memberikan ilmu kepada penerbang drone di Aceh.
“Saya yakin akan sangat berguna bagi kita semua. Ilmu ini jadi bekal yang sangat berguna yang akan kita gunakan di penugasan nanti,” kata Hendri Ahmad Badawi. [ril]











